Jakarta (KABARIN) - Hari pertama puasa Ramadan 1447 Hijriah bikin warga Jakarta Barat harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah bahan pokok di pasar tradisional mengalami lonjakan harga yang cukup terasa.
Di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, harga cabai rawit setan meroket tajam. Nuh, pedagang sayur berusia 65 tahun, bilang harga yang sebelumnya masih di kisaran Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram kini tembus Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram.
"Itu sudah seminggu sebelum puasa naiknya," kata Nuh.
Cabai keriting juga ikut naik dari Rp35 ribu menjadi sekitar Rp50 ribu per kilogram. Cabai tewe merah bahkan melonjak dari Rp35 ribu ke kisaran Rp55 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram. Sementara tomat relatif stabil di angka Rp20 ribu per kilogram.
Harga bawang merah pun ikut terdongkrak, dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan ini berdampak langsung ke daya beli warga.
"Jadi yang biasanya beli dua kilo, sekarang cuma satu kilo. Biasanya beli satu kilo, sekarang setengah kilo. Mereka hitung-hitung juga," ujar Nuh.
Kenaikan juga terasa di komoditas telur ayam. Luki, pedagang telur, menyebut harga telur naik dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Ia bahkan memperkirakan harga bisa kembali naik menjelang Lebaran.
"Biasanya naik lagi pas mau lebaran. Bisa sampai sekitar Rp34 ribu lebih lah per kilo," katanya.
Situasi serupa terlihat di Pasar Meruya Ilir, Kembangan. Di pasar ini, harga daging sapi, ayam potong, hingga cabai ikut merangkak naik. Suminta, pedagang daging sapi, mengatakan harga daging naik dari Rp140 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram.
"Biasanya Rp140 ribu per kilo. Sekarang Rp150 ribu. Naik Rp10 ribu, sudah dari seminggu sebelum puasa," ujarnya.
Menurutnya, pasokan yang mulai seret jadi salah satu penyebab harga naik, dan ia memperkirakan tren ini bakal berlanjut sampai Idul Fitri. Meski begitu, pembeli masih cukup ramai karena masyarakat sudah terbiasa dengan pola kenaikan harga jelang Ramadan.
Sementara itu, Nur, pedagang ayam potong, juga mengeluhkan kondisi serupa. Harga ayam terus naik, bahkan ayam kecil saja kini dijual sekitar Rp35 ribu per ekor.
"Sekarang enggak ada yang murah. Semuanya pada naik," katanya.
Ia berharap pemerintah bisa ikut turun tangan menjaga stabilitas harga, agar pedagang dan pembeli tidak sama-sama terbebani selama Ramadan.
"Harusnya harganya dijaga biar murah. Kasihan penjual sama pembeli kalau harganya mahal kayak gini. Ayam kan kebutuhan pokok buat makan," tuturnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026